Batasanku atau Batasanmu?
Karya panoramik ini menggambarkan perjalanan waktu serta perubahan alam dari masa ke masa. Alam yang dahulu berkembang melalui proses alaminya, kini semakin banyak diarahkan, dibatasi, dan dieksploitasi oleh manusia. Kotak putih dalam karya menjadi simbol kecenderungan manusia untuk membingkai alam sesuai kepentingannya sendiri, menjadikannya objek yang dinilai berdasarkan fungsi, kepemilikan, dan keindahan semata. Bahkan setelah alam diubah menjadi sesuatu yang dapat dimiliki dan diperjualbelikan, manusia masih berusaha menawar harga dalam “pembelian alam”. Tindakan tersebut memperlihatkan betapa kecilnya penghargaan manusia terhadap sesuatu yang sesungguhnya tidak ternilai dan tidak dapat tergantikan.
