DUSTY DREAM
Lanskap tekstil dari mimpi yang terbakar dan kenangan yang diperbaiki. Kain yang robek, untaian yang dikepang, renda, dan fragmen sulaman menyatu seperti arkeologi pribadi, jejak identitas setelah keretakan. Terinspirasi oleh kenangan isolasi, jendela yang terkunci, dan simbolisme rambut sebagai ekspresi diri, karya ini mencerminkan tindakan tenang membangun kembali keindahan setelah kehancuran. Sang seniman menenun kesendirian menjadi sesuatu yang lembut: mimpi berdebu yang dijahit dengan hati-hati hingga hidup kembali.