UNTUKMU TED!
Karya ini berangkat dari pengamatan terhadap bagaimana kekuasaan tidak hanya bekerja melalui struktur formal, tetapi juga melalui kedekatan, kepercayaan, dan pengelolaan akses. Dalam ruang politik modern, yang terlihat sebagai sistem institusional yang tertata sering kali beroperasi bersamaan dengan jaringan relasional yang tidak sepenuhnya terlihat oleh publik. Saya tertarik pada titik ketika batas antara institusi dan individu mulai kabur: ketika keputusan tidak hanya lahir dari prosedur, tetapi juga dari aliran informasi yang disaring; ketika jarak antara pemimpin dan realitas sosial dapat dibentuk oleh figurfigur perantara yang menentukan apa yang terlihat, apa yang didengar, dan apa yang akhirnya dianggap penting. Dalam konteks itu, figur “Teddy” saya posisikan bukan sebagai representasi personal, melainkan sebagai tanda dari sebuah fungsi dalam ekologi kekuasaan: fungsi mediasi, fungsi seleksi, dan fungsi kedekatan. Ia menjadi simbol dari bagaimana otoritas dapat bergerak melalui kanal-kanal informal, namun tetap menghasilkan dampak yang sangat formal dalam kehidupan publik. Karya ini tidak dimaksudkan sebagai penilaian terhadap individu, melainkan sebagai refleksi atas kondisi yang lebih luas: bahwa kekuasaan modern sering kali tidak lagi hadir sebagai pusat tunggal yang terlihat, melainkan sebagai jaringan yang berlapis, di mana pengaruh dapat muncul dari posisi-posisi yang tidak selalu ditandai secara eksplisit. Pada akhirnya, melalui karya ini saya mencoba membuka ruang perenungan tentang relasi antara yang formal dan yang informal, antara yang terlihat dan yang disembunyikan, serta tentang bagaimana kekuasaan selalu hidup dalam ketegangan di antara keduanya. Umumnya, dalam sebuah kedekatan hubungan dengan penguasa tentu banyak keleluasan-keleluasaan atau privilege yang didapatkan, jika itu memiliki kemaslahatan untuk masyarakat luas tentu hal ini berdampak positif. Namun jika kedekatan itu hanya untuk memperkaya diri sendiri maka akan ada efek lain yang didapatkan yaitu kekacauan!