Diktean Masa Depanku
Karya ini merefleksikan bagaimana alam dipandang dari sudut pandang pebisnis. Kota Batu, sebagai kota wisata, tidak lagi hanya berfungsi sebagai ruang rekreasi, tetapi juga menjadi medan pencarian peluang dan potensi ekonomi. Lipatan kertas merepresentasikan pemetaan lahan yang transparan namun pasti, sementara ukuran karya yang kecil menegaskan semakin renggangnya hubungan manusia dengan alam. Framing besi, pigura kayu, dan grafir “Rp” (Rupiah), merepresentasikan bagaimana alam di Batu kini dibingkai sebagai komoditas dalam ekonomi pariwisata. Alam tidak lagi hadir sebagai ruang bebas, melainkan sebagai objek yang diatur, dikemas, dan dinilai berdasarkan potensi jualnya.
