Hiduplah Dimasamu #2
Karya ini merefleksikan bahwa setiap masa memiliki orang-orang yang hadir dan setiap orang memiliki waktunya sendiri. Warna tosca merepresentasikan ketenangan dalam menerima perubahan, Sementara warna krem merepresentasikan ruang yang ditinggalkan—seperti lembaran waktu yang memudar, namun tetap menyimpan kehangatan dari mereka yang pernah mengisinya. Sudut-sudut tumpul menjadi simbol bagaimana waktu perlahan melunakkan pertemuan, benturan, dan perpisahan di dalamnya. Sebab tidak semua yang hadir harus menetap, dan tidak semua yang berlalu kehilangan makna. Setiap orang meninggalkan jejak pada masanya, sebelum kehidupan membawa kita pada pertemuan berikutnya.
